jump to navigation

Pengusaha Agribisnis Yang Sukses November 21, 2006

Posted by darulfallah in Umum.
trackback

 

Pengusaha Berdinas Celana Pendek

Pria berpakaian ”dinas” celana pendek jin dan kemeja lengan pendek yang ujung lengannya tidak dijahit, ini adalah salah satu sosok entrepreneur sukses yang memulai usahanya benar-benar dari bawah dan bukan berasal dari keluarga wirausaha. Pendiri dan pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket), ini mantan sopir taksi dan karyawan Unilever yang kemudian menjadi pengusaha sukses.
Titik balik yang getir menimpa keluarga Bob Sadino. Bob rindu pulang kampung setelah merantau sembilan tahun di Amsterdam, Belanda dan Hamburg, Jerman, sejak tahun 1958. Ia membawa pulang istrinya, mengajaknya hidup serba kekurangan. Padahal mereka tadinya hidup mapan dengan gaji yang cukup besar.

Sekembalinya di tanah air, Bob bertekad tidak ingin lagi jadi karyawan yang diperintah atasan. Karena itu ia harus kerja apa saja untuk menghidupi diri sendiri dan istrinya. Ia pernah jadi sopir taksi. Mobilnya tabrakan dan hancur. Lantas beralih jadi kuli bangunan dengan upah harian Rp 100.

Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasi berwirausaha. Bob memperhatikan kehidupan ayam-ayam ternaknya. Ia mendapat ilham, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor. Dalam tempo satu setengah tahun, ia dan istrinya memiliki banyak langganan, terutama orang asing, karena mereka fasih berbahasa Inggris. Bob dan istrinya tinggal di kawasan Kemang, Jakarta, di mana terdapat banyak menetap orang asing.

Tidak jarang pasangan tersebut dimaki pelanggan, babu orang asing sekalipun. Namun mereka mengaca pada diri sendiri, memperbaiki pelayanan. Perubahan drastis pun terjadi pada diri Bob, dari pribadi feodal menjadi pelayan. Setelah itu, lama kelamaan Bob yang berambut perak, menjadi pemilik tunggal super market (pasar swalayan) Kem Chicks. Ia selalu tampil sederhana dengan kemeja lengan pendek dan celana pendek.

Bisnis pasar swalayan Bob berkembang pesat, merambah ke agribisnis, khususnya holtikutura, mengelola kebun-kebun sayur mayur untuk konsumsi orang asing di Indonesia. Karena itu ia juga menjalin kerjasama dengan para petani di beberapa daerah.

Bob percaya bahwa setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Perjalanan wirausaha tidak semulus yang dikira. Ia dan istrinya sering jungkir balik. Baginya uang bukan yang nomor satu. Yang penting kemauan, komitmen, berani mencari dan menangkap peluang.

Di saat melakukan sesuatu pikiran seseorang berkembang, rencana tidak harus selalu baku dan kaku, yang ada pada diri seseorang adalah pengembangan dari apa yang telah ia lakukan. Kelemahan banyak orang, terlalu banyak mikir untuk membuat rencana sehingga ia tidak segera melangkah. “Yang paling penting tindakan,” kata Bob.

Keberhasilan Bob tidak terlepas dari ketidaktahuannya sehingga ia langsung terjun ke lapangan. Setelah jatuh bangun, Bob trampil dan menguasai bidangnya. Proses keberhasilan Bob berbeda dengan kelaziman, mestinya dimulai dari ilmu, kemudian praktik, lalu menjadi trampil dan profesional.
Menurut Bob, banyak orang yang memulai dari ilmu, berpikir dan bertindak serba canggih, arogan, karena merasa memiliki ilmu yang melebihi orang lain.

Sedangkan Bob selalu luwes terhadap pelanggan, mau mendengarkan saran dan keluhan pelanggan. Dengan sikap seperti itu Bob meraih simpati pelanggan dan mampu menciptakan pasar. Menurut Bob, kepuasan pelanggan akan menciptakan kepuasan diri sendiri. Karena itu ia selalu berusaha melayani pelanggan sebaik-baiknya.

Bob menempatkan perusahaannya seperti sebuah keluarga. Semua anggota keluarga Kem Chicks harus saling menghargai, tidak ada yang utama, semuanya punya fungsi dan kekuatan.

Anak Guru

Kembali ke tanah air tahun 1967, setelah bertahun-tahun di Eropa dengan pekerjaan terakhir sebagai karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg, Bob, anak bungsu dari lima bersaudara, hanya punya satu tekad, bekerja mandiri. Ayahnya, Sadino, pria Solo yang jadi guru kepala di SMP dan SMA Tanjungkarang, meninggal dunia ketika Bob berusia 19.

Modal yang ia bawa dari Eropa, dua sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Ketika itu, kawasan Kemang sepi, masih terhampar sawah dan kebun. Sedangkan mobil satunya lagi ditaksikan, Bob sendiri sopirnya.

Suatu kali, mobil itu disewakan. Ternyata, bukan uang yang kembali, tetapi berita kecelakaan yang menghancurkan mobilnya. ”Hati saya ikut hancur,” kata Bob. Kehilangan sumber penghasilan, Bob lantas bekerja jadi kuli bangunan. Padahal, kalau ia mau, istrinya, Soelami Soejoed, yang berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras, ”Sayalah kepala keluarga. Saya yang harus mencari nafkah.”

Untuk menenangkan pikiran, Bob menerima pemberian 50 ekor ayam ras dari kenalannya, Sri Mulyono Herlambang. Dari sini Bob menanjak: Ia berhasil menjadi pemilik tunggal Kem Chicks dan pengusaha perladangan sayur sistem hidroponik. Lalu ada Kem Food, pabrik pengolahan daging di Pulogadung, dan sebuah ”warung” shaslik di Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta. Catatan awal 1985 menunjukkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar.

”Saya hidup dari fantasi,” kata Bob menggambarkan keberhasilan usahanya. Ayah dua anak ini lalu memberi contoh satu hasil fantasinya, bisa menjual kangkung Rp 1.000 per kilogram. ”Di mana pun tidak ada orang jual kangkung dengan harga segitu,” kata Bob.

Om Bob, panggilan akrab bagi anak buahnya, tidak mau bergerak di luar bisnis makanan. Baginya, bidang yang ditekuninya sekarang tidak ada habis-habisnya. Karena itu ia tak ingin berkhayal yang macam-macam.

Haji yang berpenampilan nyentrik ini, penggemar berat musik klasik dan jazz. Saat-saat yang paling indah baginya, ketika shalat bersama istri dan dua anaknya.

Komentar»

1. Helmi - Desember 9, 2006

sim…..makin cantik aja neh blok ….. ok bgt ……

2. hendra - Desember 15, 2006

sejarah bisnis anda dari awal hingga sekarang

3. LELEY EMELDA - April 23, 2007

saya ingi jadi wirausahawan yang sukses juga.saya masih sek0lah kelas satu di smk negeri 1 panji situb0d0,jurusan MULTI MEDI(K0mputer)

4. LELY EMELDA - April 23, 2007

gimana cara jadi wirausahawan yang sukses?

5. antonov - Juni 1, 2007

saya ingin menyekolahkan anak disana…

6. darulfallah - Juni 2, 2007

untuk antonov coba buka situs http://www.darulfallah.org disitu situs resmi Pesantren Pertanian Darul Fallah, saya juga lulusan dari darulfallah mencoba mengenalkan darulfallah lewat blog ini

7. Elda - Agustus 19, 2007

Usaha apa yg cocok buat seorang istri tnp hrs mningglkan kwajibnnya?

8. andhika kurniawan tyadatara - September 30, 2007

bagaimana cara memulai usaha konveksi dengan modal terbatas?

9. Yeni Yunita - Oktober 21, 2007

Bagaimana cara memunculkan motivasi menjadi wirausaha dalam diri kita?

10. elys - Oktober 28, 2007

ass,,,saya santri darul fallah,,,,darul fallah sekolah yang berkualitas,,,,,,,

11. lakava - Desember 11, 2007

aku simpati dengan pekerjaan Bob tolong kita join dan kerja saya orang pemula sekaligus kita jaling amizadenya oke
thanks

12. sarah - Februari 18, 2008

saya cari daftar profil pengusaha agribisnis yang sukses di indonesia

13. Desi - Februari 20, 2008

Ass, SaYa santri Darul Fallah, sebelumnya saya minta maaf sekaligus mohon izin untuk menulis di web ini, saya tertarik sama pertanyaannya ibu Yeni, bagaimana cara menimbulkan motivasi dalam diri kita untuk menjadi wira usaha, menurut saya, untuk menyukai sesuatu itu memang sulit, apalagi untuk mendalami, tapi modal utama dari diri kita untuk memotivasi kemauan kita untuk melakukan sesuatu inilah di mulai dengan menyukai dan berusaha untuk mendalami dan mempelajari, kalau anda sudah menyukai inilah mulai muncul motivasi dalam diri untuk mencapainya, dan mulai memikirkan bagaimana cara berwirausaha dengan baik tanpa memulai dengan modal yang besar.
dan motivasi itu juga bisa datang dari semua sisi, misalnya anda pergi ke sebuah pertanian, yang mungkin sudah sukses, dan pemiliknya menceritakan bahwa mereka memulai wirausaha mereka dengan modal yg kecil tetapi mereka giat untuk memajukan wira usaha tersebut, dari hal semacam inilah secara tidak sadar anda akan merasa termotivasi akan wirausaha, dan saran saya, Jangan Takut Untuk Mencoba, you can do everything you want to do.

Semoga Pesantren Pertanian Darul Fallah menjadi lebih baik di
masa yang akan datang, saya sebagai salah satu santrinya, yang saat ini berada di NewHampshire, USA. Dalam program pertukaran pelajar, merasa sangat bangga menjadi santri di Darul Fallah, yang InsayaAllah akan mencetak generasi yg bermanfaat bagi bangsa, maupun lingkungan masyarakat. Darul Fallah mampu mencetak generasi yang berpotensi dan rasa nasionalisme yang kuat. I LOVE Darul Fallah.

14. boy - Agustus 9, 2008

yg trhormat tuan bob sadino…
gmn caranya spya suatu usaha bsa dijalankan dgn sukses tanpa adanya kegagalan sklipun,trma kasih…

15. olive - Oktober 14, 2008

apa resep supaya jadi orang yang sukses

16. Afriana Setyarani - Desember 26, 2008

assalamu alaikum…
saya suka sekali dengan cerita diatas dari Pak Bob Sadino.Memang keuletan.kesabaran dan bersedia mengikuti proses memang harus dimiliki untuk setiap orang.
Namun saya mencoba untuk mencari tahu ttg darulfallah ke websitenya namun tdk berhasil..? bisa dibantu kah..?

17. don - Maret 13, 2009

assalamu alaikum…….
gmn caranya suatu usaha pengiling padi bisa sukses

18. agus - Juni 23, 2009

Assalamu’alaikum

Menjadi kaya tapi bersyukur itu lebih utama dari pada miskin tapi sabar.

19. agus s @ 12 mts - Agustus 26, 2009

assalamu alaikum

darul fallah adalah ladang orang-orang sukses di masa depan

20. ridho - November 10, 2009

ass gamna awal yg baik tuk melakukan usaha yg bnr???